Kamis, 30 Juni 2011

GORESAN MALAM

assallamu'allaikum

malam ini ada sedikit hikmah yg kuambil dari sebuah koneksitas yg kerap kali hadir di jejaring society ini.
di mana hati menduduki peringkat utama untuk sebuah thesis yg kerap kali jadi fenomenal untuk takaran grass-road yg sangat rentan dgn subject-predikatnya.
     menengok kembali ke akar permasalahan nya bahwa manusia adalah mahluk yang sempurna untuk kapasitas di jejaring ini yg jika kita amati tyiap item sll
non underground at phosesif think to subjeck.

di karenakan hati mengambil hampir 75% kapasitasnya dalam vitalitor di khalayak pada umumnya.
secara bersamaan hadir pula organ2 yg lain muncul pada basic nya masing2 kalo kita cermati tentu akan merubah arah dan sub tema tersebut menjadi sangat rancu dengan bahasan tema utama tentang hati.
   pada hakikatnya manusia saling berkoneksi antar humanism dan prolog nya sangat simple dan sederhana
dengan backgroun masing2 item dan menempatkan segala sesuatu dgn pola yang berlainan.. 
        tapi .... kenapa realitas yang ada terkadang sangat jauh dari persepsi dan tampilan di permukaan pada umumnya ?????.... yaaah itulah yang ada pada masyarakat yg sangat jamak,plural dan tingkat hegemonitasnya cukup signifikan untuk takaran 100% hampir 70 % sangat tdk rasional jika kita padukan antara 'gaya' dan 'irama' yang terjadi..
        tak lepas dari paparan yang terdahulu dapat kita petik hikmah bah wa awal yang baik adalah yang bersumber dari keluarga yang kita namakan madani dalam konsep dan tujuan yg perfect objeck.
        sekilas jika kita lihat secara detil tiap performant akan tampak simbolic urgent dan kita akan tahu apa perfect itu memang YA atau kah MUNGKIN wallahuallam wabisab----

Senin, 27 Juni 2011

SEKILAS PANDANG_________________________________________

manusia di ciptakan oleh allah dgn segala kesempurnaanya,berawal dari sebuah cinta kasih yg mereka pupuk lewat sebuah lingkup kecilyg mereka namakan sebuah keluarga. dalam perjalanan nya sampai saat ini komunitas kecil itu berhegemonitas dan berbaur dalam 1 lintas budaya,strata dan religi yg mereka namakan sebagaikelompok masyarakat,di mana tingkat personalitas jg vitalitasnya antar pribadi berbeda 1 dgn yg lainnyasedang tumbuh kembang dan mitologi kehidupan mereka sampai saat ini jika kita teliti dan saksikan dalamkeseharian terlihat rutinitas yg kerap kali berdampak pada psikis dan mentalitas mereka di karenakan unsur jg tingkat aktualisasi mereka sangat sarat dan komplek dgn apa yg mereka namakan 'kebutuhan'.sebelumnya kita toleh ke belakang sebentar tentang adanya jejaring sosial atau lazimnya mereka sebut dgn society-network sgb sarana komunikasi jg share dlm objectifitas yg multy rasial dan religitas.terkadang mereka lupa bahwa 1 dan banyak hal yg hadir dlm kehidupan kita di dunia di ciptakan oleh mereka sendiri untuk membantu aktifvitas mereka dan untuk sebuah komunity yg berbasis technologi yang di gunakan untuk kemaslahatan mereka sendiri..tetapi terkadang dari sudut pandang yang sangat sempit ada lini & kumonitas kecil yg mereka namakan 'inklusifitas' yg keberadaanya hadir di tengah2nya..sebagai umat, insan, juga jiwa yg terpelajar secara mempunyai aklak yg telah di dasari pada basic komunity di keluarga mereka tentunya mereka bisa menempatkan prioritas,objectivitas & mampu menempatkan subjeck dan objeck pada proporsinya masing2,...kita harus memaklumli untuk sebuah jejaring (network) yg si EMPUNYA mendirikan intuisi maya ini bersifat jejaring sosial yg nota bene semua bisa masuk tnpa legalitas & peraturan yg tertulis secara defakto.jika kita tdk bijaksana kelak kitalah yg akan sia2 belaka jika kita tdk mampu memaknai sebuah jaringandan sangatlah teramat sangat di sayangkan jika kita di beri banyak kesempatan untuk belajar tentang hidup dan kehidupan tetapi hanya terlewat bgt saja sementara alam nyata kita memerllukan sebuah konsistensidan penerapan nyata dan tdk hanya keringat tetapi air mata ikut di dalamnya....wallahuallam..semua hanya akan kembali ke umat,ummah dan ridlonya semata__________________________________________  

Sabtu, 25 Juni 2011

SEBUAH CATATAN PERJALANA________________________________

serasa angan dan harapan ku melayang kala ufuk di mata jantungku berdetak
serasa melebar harap akan sebuah kecemasan yg tersembunyi akan sebuah kebenaran yang kulihat di mana fenomena anak muda yg kian hari tak bisa kututup mata hati ini walau barabg sekejap.
ironois memang tapi itu realita yg ada di benaku.....
sebuah kehidupan yg kupandang tak lagi seperti apa yg terucap oleh mereka,.... fantastis memang,... ironis memang ... ya ... itulah sebuah fenomena yg mungkin ada di antara mereka. 
sekapur sirih yg mereka selipkan tak lagi menjadi haru-biru tatkala kutoleh apa yg ada di depan mata
bahwa dunia itu keras, tdk spt 'mouse' yg lincah ikuti refleksi alur peraba,........._____________________
namun globalisasi & 'perubahan ' pola yg terjadi sungguh teramat jauh dari apa yg tersirat & bahkan mgkin tersurat dlm benak mereka_____________________________________________________________
semua hanya akan kembali ke integritas moral & menjaga degradasi yg  semestinya berada_____________
_______________________jikalah ada hati yg bisa bicara mungkin tak akan seperti sedia-kala_________
tiap mata yg melihat, tiap hati yg merasa & tiap raga yg terjaga hanya untuk sebuah fenomenal yg mungkin hanya ada di bumi ini__________________________________________________________________

sejenak kita kembali ke dasar2 yg kerap mereka sebut sbg aktifitas yg mereka sendiri terkadang blm bisa apa & bgmana 'aktifasi' itu bergerak dan stabilisasi itu memutar kinerja semua element yg ada.
secara psikis mungkin akan berimbas balik namun hanya untuksebuah pemikiran belaka. krn sebuah komunitas yg hampir 30% yg meng-aminkan realita yg ada & 50% tdk tahu sdg sisanya memang dari kerangka dasar sebuah karakter yg sebelumnya tertanam-lah yg mere-organisatoris otak kiri mereka & merefleksikan ke motorik mereka....... 
semoga semua pada sistem & organisatoric yg bertempat pada tempat yg semestinya & berkelanjutan ke arah yg non pragmatis semata_____________________________________________________________
wallahu-alam hanya allah lah yg tahu segalanya_____________________________________________

Senin, 20 Juni 2011

BLOUW-UP ...

Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak.
Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat.
Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat.
Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR. Muslim)

Jumat, 17 Juni 2011

TAKABUR & KESOMBONGAN

. introspeksi diri, dan fokuskan pada isi kritikan. Muhasabah, karena kita hidup bermasyarakat. Apakah benar seperti yang di prasangkakan. Kalau tidak benar: jawablah dengan hikmah, hujjah yang baik dan lemah lembut. Kalau tidak: sabar. Sebaiknya kita menghargai setiap kritikan yg masuk, apalagi jika diberikan dengan cara yang benar.
Namun kita juga punya adab dalam bermasyarakat dan seupaya mungkin, kita disarankan untuk menutupi aib saudara kita. Inget kisah imam hasan al Banna...
Suatu ketika, seorang sahabatnya mengkritik suatu permasalahan dalam islam, habis2an. Bahkan dipublish kemana2, sehingga semua orang pun membaca. Sahabat2 al imam yang lain tersinggung berat, karena apa yang dituduhkan, tidaklah sepenuhnya benar. Namun apakah yang dilakukan oleh as syahid hasan al banna?? Beliau memilih diam, bersabar dan menyerahkan pada ALLAH. Karena kala itu, jika ditanggapi, apalagi dengan emosi,justru akan banyak mudhoratnya. Dan ternyata diamnya al imam sungguh berhikmah. Sekarang, sahabat yg dulu menghujat habis2an itu malah menjadi partnernya dalam menyiarkan da'wah islamiyah. Dialah Sayyid Qutb.
Demikian saja , tentang menyikapi suudzhon... bercermin pada al imam hasan al banna

Senin, 13 Juni 2011

SEMOGA HIDAYAHNYA ADA PADA KITA

Makrifat adalah sumber utama mencapai tajalli, takhalli dan tahalli. Tapi bagaimana bisa mencapai makrifat kalau tidak bertarekat. Artinya bertarekat dahulu, agar dapat memecahkan satu rekor, yaitu makrifat. Makrifat adalah bertambahnya pengertian dan pangaweruh. Apa sajakah kewajiban hamba kepada Tuhannya serta apa sajakah kewajiban makhluk terhadap Khaliknya. Pengertian hubungan makhluk dan Khalik disebut makrifat. Di sinilah letak perjalanan itu. Kalau sudah bisa menggapainya niscaya akan merasakan tajalli. Kalau sudah bisa merasakan tajalli akan takhalli, dan sebagainya sesuai kenaikan berzikir dalam makrifat.

Tajalli itu artinya meraih kemuliaan di sisi Allah, atau keluhuran. Saat mencapai tingkatan itu, hati akan merasa sepi. Yaitu, sepi ing pamrih rame ing gawe. Namun yang sebenarnya, makna tajalli sangat luas. Ini bahasa tasawuf dalam tarekat. Kalau hati bisa meletakkan sepi selain Allah itu artinya akan menemukan satu takhalli. Yaitu satu kenikmatan, kelezatan, satu kemanisan karena bisa melepaskan semuanya selain Allah dan Rasul-Nya.

Tapi bagaimana kita bisa mencapai tajalli, takhalli, tahalli, dan sebagainya tanpa berangkat dari makrifat terlebih dahulu? Mana mungkin akan mencapai makrifat tanpa dari tarekat itu sendiri? Karena semua itu buah tarekat.

Baik tahalli, takhalli maupun tajalli itu adalah buah tarekat. Dan tarekat adalah buah syariat. Jadi tidak bisa dipisah-pisahkan antara syariat, tarekat dan hakikat. Hakikat menemukan mutiaranya. Untuk bisa mencapai hakikat menemukan mutiaranya, harus benar-benar pandai menyelam. Nah, adanya mutiara itu pasti di tengah lautan yang memerlukan syariat. Syariat adalah lautnya dan perjalanannya untuk mencapai ke tengah lautan itu adalah tarekat.

KOMUNITAS & SEBUAH HALUAN

sebuah tatanan humanism of interes tampaknya tak hanya menjadi retorika belaka manakala kita benar2 telah dapat menantisipasi apa & bgmn yg ada dan harus  kita manage secara kedewasaan yg otorial & individualistic
sebuah komunitas di mana ada tiap personal individu di dalamnya yg senantiasa berinteraksi & bersosialisasi untuk kemajuan komunitas tersebut. sangat relevan jika dalam komunitas trsebut ada 1-2 kronologis yg terkadang menyalib tw menyelinap dgn motifati yg an-arogancy yg dia sendiri tak tahu harus brbuat apa & bgmn dgn apa yg ada di muka nya. namun jika kita kaji secara speciiek tentu tak seperti itu adanya sebuah komunitas yg kerap kali human interesnya terbagi menjadi 2 bagian yg mereka namakan dgn kodrat & irodzat yg oleh sang maha karya mereka di ciptakan menurut aklhaq qulkharimahnya masing2 spt apa yg kita sebut dgn jejaring yg sgt di minati saat ini di mana jika kita pandai dlm bersikap & dewasa dlm penentuan tak ada yg tak mungkin untuk suatu tatanan religi yg kapabilitasnya hanya simple & non organic spt pada umumnya selagi kita mampu untuk berinteraksi tentu kita tak akan terbagi-bagi.....